APRIL, JIMBARAN FESTIVAL MEMPERINGATI HARI BUMI SIAP DIGELAR

PASAR JIMBARAN
Jimbaran Festival (Jimbafest) diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bumi 2016 dengan berbagai kompetisi antara lain "green competition, green selfie, hinggagreen concert".

Dirut PT Jimbaran Hijau Putu Agung Prianta di Denpasar, Senin mengatakan kegiatan Jimbafest akan diselenggarakan pada 23 April 2016.

"Festival tersebut akan diikuti banjar (dusun) adat se-Jimbaran, kalangan akademisi, komunitas lingkungan, Sekaa Teruna (kelompok pemuda), pelaku wisata dan masyarakat Jimbaran," katanya.

Ia mengatakan acara tersebut diselenggarakan di Alun-Alun Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali dengan lomba warna yang diikuti mulai dari siswa PAUD, SD hingga SMP. Disamping juga garden tour, yakni kegiatan keliling melihat aktivitas kebun hortikultura dan budidaya dalam rumah hidroponik yang ada di lokasi tersebut.

"Pada kegiatan itu juga digelar pasar murah dan kuliner oleh masyarakat Jimbaran," ujar Agung Prianta.

Dalam Jimbaran Festival ini digelar lomba "recycle" kategori SD kelas 4 dan 5, lomba kreasi dari botol plastik bekas dan kertas koran bekas, pidato bahasa Inggris tentang Hari Bumi, dan foto selfie bertema "Aksi Mencintai Lingkungan".

"Festival Jimbaran ini bertujuan untuk menyatukan berbagai elemen yang ada di Jimbaran dalam sebuah kebersamaan," ujarnya.

Dari sisi edukasi, kata dia, kegiatan itu melakukan edukasi kepada masyarakat tentang lingkungan serta mengajak untuk melestarikan dan menjaga lingkungan.
Sedangkan dari sisi seni, kata dia, sebagai wadah untuk mengimplementasikan seni dan menyalurkan bakat dan kreatifitas dari berbagai golongan masyarakat setempat. Menjaga kearifan lokal dan kebudayaan Bali serta memperkuat "menyama braya" atau persaudaraan.

"Nilai dari tema yang diangkat yaitu untuk mengajak masyarakat dari segala usia dan kalangan untuk lebih sadar lagi dengan bumi dan lingkungan sekitar melalui suatu kegiatan yang dapat mengajak kita lebih sadar menjaga lingkungan," ucapnya.

Dalam kegiatan ini, penggunaan bahan plastik dihindarkan atau dikurangi. Para peserta membawa botol minumannya sendiri. Untuk pasar murah, semua anjungan tidak boleh menggunakan plastik. Jadi dalam penyajiannya tiap anjungan menggunakan bahan lain yang ramah lingkungan.

Seorang tokoh masyarakat Jimbaran Wayan Sukamta mengatakan warganya menyambut baik pelaksanaan Jimbaran Festival 2016.

Ia mengatakan banyak potensi lokal yang bisa dimunculkan lewat festival yang melibatkan 16 banjar ini, seperti potensi pertanian, kesenian, hingga potensi kuliner setempat.
"Banyak hal bermanfaat dan positif yang bisa didapat masyarakat dari kegiatan festival ini. Semoga festival ini bisa berkelanjutan, berkembang menjadi lebih besar lagi," katanya.
Festival Jimbaran yang baru pertama kali ini diinisiasi oleh PT Jimbaran Hijau antara lain didukung oleh BNI 46, BNN Provinsi Bali, dan berbagai pihak lainnya.

Sumber : Kompas