BERWISATA SEKALIGUS MENIKMATI LEGITNYA DURIAN TRENGGALEK.

DUREN TRENGGALEK
Selain dikenal dengan wisata pantainya, Kabupaten Trenggalek di Jawa Timur ternyata juga kaya akan sejumlah potensi wisata alam lainnya yang tidak kalah menarik. Salah satunya adalah wisata durian di desa wisata Sawahan, Kecamatan Watulimo.

Di lokasi wisata ini pengunjung akan diajak untuk berpetualang menyusuri kebun durian yang asri dan nyaman. Yang menarik, pengunjung juga bisa menyantap langsung durian yang jatuh di sekitar pohonnya.

Namanya adalah desa wisata Durensari di Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

 Lokasinya kurang lebih 3 kilometer dari lokasi wisata kawasan pantai Prigi dan Pasir Putih. Lokasi wisata ini memiliki konsep yang berbeda dengan kawasan wisata alam lain, yang ada di Kabupaten Trenggalek.

Pengunjung yang datang ke kampung durian, akan diajak berpetualang ke area perkebunan yang ada di kawasan hutan. Dengan menyusuri jalan setapak, para wisatawan akan dimanjakan dengan suasana hutan yang rindang dan super segar.

Di saat musim durian seperti Ini, pengunjung bisa melihat secara langsung aneka pohon durian yang sedang berbuah.

Petualangan wisata alam kampung durian ini semakin seru, karena pemandu wisata akan mengajak pengunjung untuk berburu buah durian yang jatuh dari pohon, bersama petani setempat.

"Pengunjung akan kami ajak keliling ke wilayah area hutan yang banyak pohon durian. Pada saat musim durian seperti sekarang, banyak sekali durian yang jatuh dan bisa langsung dinikmati oleh para pengunjung," ujar Unik, salah satu pemandu wisata.
Setelah berhasil menemukan durian yang jatuh dari pohon, pengunjung bisa langsung menyantap sepuasnya.

Apabila hendak membawa pulang durian hasil buruan, maka akan dihitung dengan harga antara Rp 20.000 hingga Rp 40.000  per buah, tergantung besar kecilnya.

Konon, durian yang baru jatuh dari pohon memiliki cita rasa dan kenikmatan yang berbeda dibanding dengan durian yang dijual di pinggir jalan yang sebagian besar dipetik dari pohon, hingga bertahan berhari-hari.

"Rasa buah durian di sini sangat enak, manis, kesat, daging buahnya tebal. Saya sangat senang berkunjung ke sini. Dan tempat seperti ini harus dikembangkan agar lebih terasa nyaman," kata pengunjung bernama Yulianto.

Tak hanya sekadar menikmati buah durian, lokasi petualangan ini juga menyuguhkan keindahan yang teristimewa. Aliran sungai yang jernih membuat para pegunjung semakin kerasan berlama lama di kampung durian ini.

Selain itu wisatawan juga bisa melihat langsung aktifitas lalu lalang warga yang mengangkut buah durian dengan menggunakan sepeda motor, maupun dengan cara dipikul.

Desa wisata ini bisa dikunjungi kapan saja. Pada saat tidak musim buah durian, pengunjung akan diajak untuk berpetualang ke kebun manggis, salak, maupun melihat langsung proses pembuatan gula aren.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Duren Sari kepada KompasTravelmenjelaskan desa wisata Duren Sari ini tidak hanya dikunjungi pada saat musim buah durian saja. Namun bisa dikunjungi kapan saja.

"Pada saat tidak musim durian, pengunjung kami ajak keliling melihat kebun manggis dan kebun salak. Situasinya sama, yang berbeda hanya musim buahnya. Di sini juga ada proses pembuatan gula aren. Pengunjung bisa berinteraksi langsung dalam pembuatan gula tersebut," jelasnya.

Meski desa wisata ini baru dibuka beberapa bulan, para warga sekitar lokasi sudah sadar akan pariwisata. Mereka terlihat ramah menyapa setiap pengunjung yang datang.

Selain itu, rumah milik warga, sebagian besar sudah dimanfaatkan untuk penginapan. Di lokasi kampung durian ini akan dikembangkan lagi, yaitu dengan menambah wahana bermain seperti outbond.

Sumber : Kompas