IKON BARU SURABAYA, KENJERAN DILENGKAPI AIR MANCUR MENARI

JEMBATAN KENJERAN
Jembatan sepanjang 800 meter seakan melingkar di pesisir Pantai Kenjeran, Surabaya. Jalannya luas, khusus tiga lajur dengan satu arah. Sepanjang jalan itu dihiasi lampu dan beberapa tanda lalu lintas. Tepat di tengah jembatan itu, terdapat lokasi selfie yang berbentuk bulat dan lebih lebar daripada jalan jembatan biasanya.
Jembatan Kenjeran itu tampak indah dengan adanya air mancur yang selalu menari di tengah laut. Tarian itu berasal dari perpaduan variasi lampu dengan semprotan air mancur yang sudah di-settingDinas Pekerjaan Umum Kota Surabaya. Tarian air mancur itu seakan mengikuti lagu-lagu khas Surabaya, seperti Surabaya oh Surabaya dan Jembatan Merah.

Proyek yang menghabiskan anggaran Rp 199 miliar itu masih dalam tahap finishing. Pasalnya, pengerjaan proyek itu sempat molor karena terhambat pembebasan lahan. Rencana awalnya, pembangunan proyek tersebut dimulai pada pertengahan 2014, tapi baru dikerjakan pada awal 2015 dan baru tuntas satu tahun kemudian.

Karena itu, Jembatan Kenjeran hingga saat ini belum diresmikan dan belum dibuka untuk umum. Pagar jembatan itu pun ditutupi, sehingga tidak kelihatan apabila dilihat dari luar. Beberapa petugas keamanan selalu siaga di depan pintu masuk, sehingga hanya orang-orang tertentu yang boleh masuk jembatan itu.

“Peresmiannya nantilah kalau kampung nelayannya sudah siap,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Jumat, 25 Maret 2016.

Dalam waktu dekat, ucap Risma, pihaknya akan menghidupkan kembali kampung nelayan di pesisir pantai Kenjeran. Bahkan Risma berencana mengecat rumah-rumah milik nelayan Kenjeran dengan berbagai warna. "Pertengahan April nanti, saya akan ngecat rumah nelayan warna-warni," ujarnya.

Selain itu, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini menginginkan pengolahan ikan di daerah itu harus higienis, supaya konsumen yang akan membeli ikan para nelayan tidak ragu tentang kebersihannya. “Jadi nanti tidak boleh sembarangan kalau jemur ikan,” tuturnya.

Harapannya, seluruh pembangunan yang telah direncanakan itu bisa menarik perhatian dunia dan mampu mengembangkan perekonomian masyarakat. "Pokoknya nanti saya akan hidupkan kampung nelayan itu dulu," katanya.


Sumber : Tempo