KOTA MALANG JADI PUSAT DESTINASI WISATA HALAL


KOTA MALANG JADI PUSAT DESTINASI WISATA HALAL
KOTA MALANG
Forum diskusi Jawa Pos Radar Malang bertajuk Sertifikasi Halal pada pertengahan 2015 lalu, mulai menuai hasil konkret. Bahkan, berawal dari diskusi kecil di kantor Jawa Pos Radar Malangyang menghadirkan Wakil Wali Kota Malang Sutiaji, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang Baroni, Direktur Lembaga Halal Toyyib Universitas Brawijaya Prof Dr Ir Sukoso, dan pengusaha resto itu mengerucut pada aksi nyata. Pemkot Malang bersama MUI Kota Malang pada Mei mendatang mendeklarasikan Kota Malang sebagai pusat destinasi wisata halal.

Wakil Wali Kota Malang Sutiaji saat membuka musyawarah daerah MUI Kota Malang di Hotel Sahid Montana, kemarin (24/4) itu menegaskan, Pemkot Malang berkomitmen melakukan perbaikan di segala sektor agar sesuai dengan syariah Islam. Salah satunya seluruh restoran dan rumah makan harus mendapatkan sertifikasi halal dari MUI.  ”Mal, hotel, bahkan pasar sudah harus mengantongi sertifikasi halal dari MUI,” jelas Sutiaji.

Menurutnya, program tersebut juga sesuai dengan arahan Kementerian Pariwisata memperoleh penghargaan dalam World Halal Travel Award (WHTA) 2015. Selain Kota Malang, kota yang jadi pilot project pusat wisata halal Jakarta, Bandung, Batam, Aceh, Sumatera Barat, dan Lombok. ”Malang dipilih karena pemkot memiliki visi menjadi Kota Bermartabat,” jelas dia.

Sebenarnya, imbuh Sutiaji, program ini sudah jauh terlambat. Karena sebelumnya, program ini justru sudah dilakukan di negara Jepang, Thailand, dan Singapura. Padahal di negara tersebut, muslim bukan mayoritas. ”Sudah seharusnya Kota Malang punya program destinasi wisata halal. Sebab, mayoritas penduduknya adalah muslim,” terang dia.

Untuk menjadi destinasi halal, lanjutnya, yang harus dimiliki selain industri makanan yang sudah memiliki sertifikasi halal, juga public service seperti hotel, pasar, dan juga mal yang syariah. Salah satu syaratnya, untuk tempat wudu dan kamar mandi harus terpisah. ”Selama ini kalau di mal-mal, kamar mandi dan tempat wudu masih belum syari dan nyaman,” jelasnya.

Untuk program ini sudah ada beberapa instansi yang sudah  siap ikut dengan program syariah ini. Di antaranya Hotel Kalpataru, Mall Dinoyo City (MDC), dan Pasar Dinoyo. ”Kami bekerja sama dengan Universitas Brawijaya untuk program ini. Kami libatkan komunitas yang peduli dengan layanan dan produk halal,” tandasnya.